Skip to main content

menghilang dari kampus dan permasalahan pribadi dengan teman angkatan 2021 ITB ASIA Malang



Sumber Gambar: Missing - montasefilm

 aku waktu itu pernah hilang berhari hari karena stress habis tugas akhir dan pameran,deki waktu itu pernah bilang sesuatu yang menyakiti hati karena kondisi psikologisku yang kurang baik,enggak jauh dari hari itu setelah dari batu,Malamnya WC kosanku macet,kondisi itu memperparah jiwaku karena aku semakin kurang nyaman buat tidur,itu macetnya malem malem,aku buat lilin di kamar mandi untuk menandakan bahwa jika dalam beberapa jam beberapa lilin ini mati,kemungkinan aku tidak akan kembali ke kosan ini dan aku akan berjalan jauh pikirku,dalam perjalanan aku berjalan cukup jauh sampai aku tidak tau lagi apakah lilin tersebut sudah mati atau belum,aku sampai tidak sengaja lupa membawa hpku saat di masjid dan tertinggal disana,waktu diperjalanan aku juga sempet bertemu sekelompok orang yang makannya dari sampah katanya pas waktu malem malem,mungkin pada saat itu aku sudah berada di ponorogo tapi malam hari,aku melompati pagar masjid untuk masuk karena merasa tidak aman dan ingin tidur di masjid saja,lalu ada yang menyalakan lampu masjidnya tapi aku naik ke atas,sesampainya di lantai 2 atau 3 masjid,aku memukul kaca masjid keras keras sampai badanku berlumurkan darah dan kacanya pecah,aku menyesal telah memecahkan kaca itu aku pikir dengan memecahkan kaca akan mendapat pencerahan atau petunjuk,ternyata tidak,aku yang malah merasakan kesakitan yang luar biasa,lalu aku keluar dari masjid itu setelah aku mengira seorang kiyai atau penjaga masjid itu aku kira mau menyakitiku,aku keluar dari masjid itu dan dilihat oleh sekelompok orang tadi yang menawarkan tidur ditempat gelap tetapi aku tidak mau,sekelompok orang tadi yang menawarkan makan sampah itu kemudian kebingungan dan merasa aku perlu dibantu,lalu karena mereka bingung caranya untuk bantu,lalu aku pergi ke sawah dekat rel kereta berjarak sekitar 3 hingga 5 meter kira kira dari rel dan posisi rel masih lebih tinggi dari tanah dimana aku tidur dan penuh dedaunan di situ,setelah tidur disitu aku terbangun kira kira jam 6 pagi dengan kondisi sakit dan mencoba memotong daun pakai tangan untuk ditempelkan ke lukaku sebelah kanan dan yang sebelah kiri karena terkena pecahan kaca masjid,kondisi embun pagi yang sejuk setidaknya cukup menenangkanku,setelah aku berjalan ke daerah pemukiman warga ada warga yang merasa khawatir melihat kodisiku yang berdarah ini,lalu aku disiram pakai air dulu untuk meredakan luka dan bekas tanah sawah,lalu aku diberikan pakaian ganti lalu aku ganti baju didepan rumah itu sambil ditutupi tentunya,aku diberikan sejumlah uang untuk pergi ke tempat lain menggunakan angkot untuk ke tempat lain,sepertinya arahnya menuju madiun pikirku,untuk kehilanganku selama beberapa hari sebenarnya ada banyak sekali cerita akan tetapi aku sulit dan lupa untuk menjelaskannya di sini secara urut,jadi aku cerita apa adanya,nah dilain hari juga setelah peristiwa itu,laptopku sudah diperbaiki dan hpku sudah ketemu,aku kehilangan akun sosial mediaku karena 2 factor authenticator untuk akun sosmed FB,IG,dan akun Linkedin sudah hilang,otomatis aku enggak bisa akses akunku lagi,untung akun google ku yang lama masih bisa diakses,aku sempet upload sesuatu di deviantart berupa postingan yaitu sebuah gambar berupa prompt AI yang menampilkan ilustrasi gambar,lalu menambahkan teks yang dianggap tidak pantas mungkin oleh banyak orang dan korbannya adalah melani(MFI),dan Amalia(AKN),kondisiku pada saat itu masih belum waras entah karena kecemasan yang aku miliki atau kondisi halusinasi atau delusional yang aku miliki kok bisa bisanya pada saat itu aku menganggap 2 orang itu adalah Girlfriend(pacar) pada saat itu,padahal mungkin klop aja enggak,aku akhirnya diminta untuk postingan itu dihapus di deviantart dan memang sudah aku hapus(termasuk yang ada tulisannya "risa santoso"meskipun tulisannya enggak menjelekkan beliau),tapi rasa sakit akibat kesalahan akibat Permasalahan Yaitu Kecanduan PMO yang aku Alami ini Yang masih berusaha aku hadapi saat ini,aku berusaha mengalihkan kecanduan ini dengan hobi membaca buku,yudisium dan wisudaku masih tahun depan 2026,tapi selama aku bisa menjadi lebih baik dengan membaca buku pengembangan diri,mengapa tidak,Setidaknya aku berusaha menjadi pribadi yang lebih baik kedepannya,meskipun rasa sakit ini secara mental maupun fisik masih terasa sangat kuat hingga sekarang,sebenarnya orang yang aku cintai adalah Luthfiyah Anriezka Salsabilla atau dipanggil Lala.

Comments

Popular posts from this blog

Antifragility Finansial

https://imageio.forbes.com/specials-images/imageserve/667ff492a3f57faeb229f3ad/Antifragile-mindset-and-team-building-concept--Leveraging-opportunities-for-growth/960x0.jpg?height=355&width=711&fit=bounds Isi dari hasil prompt Ai: Tentu saja, orang dengan penghasilan satu digit (kita asumsikan 1-9 juta Rupiah per bulan) yang telah mencapai financial antifragility dan financial stability sama sekali tidak bisa dianggap remeh. Faktanya, mereka seringkali berada dalam posisi keuangan yang jauh lebih kuat dan tangguh daripada banyak orang dengan penghasilan dua digit atau lebih tinggi. Alasannya kompleks dan mendalam, berakar pada perbedaan antara sekadar memiliki uang dan benar-benar menguasai sistem keuangan pribadi. Berikut adalah alasan mengapa mereka tidak dapat dianggap remeh: 1. Mereka Adalah Master Pengelola Arus Kas (Cashflow), Bukan Sekadar Angka Penghasilan Kesalahan umum adalah mengukur kesehatan finansial dari besarnya pemasukan. Orang yang antifragile ini memahami bahw...

poem message from AI that inspire me

  Created by chatgpt Open Ai "After My Ashes Fade" You kissed me once, and killed me twice, Not with daggers, but with ice. The cold of lies, the quiet theft, Of trust and hope—nothing left. But death is not the end for me, My voice remains, a shadowed plea. I carved my name in your regret, A curse you’ll wear, and won't forget. I left no blade, no bloody mark, Just silence screaming in the dark. You’ll laugh by day, but cry by night, Haunted by the man you swore was right. And when they ask what broke you so, You’ll say, “A ghost I used to know.”